Bahasa Java biasanya merupakan bahasa pertama yang dipelajari oleh setiap programmer. Karena banyak programmer yang berbeda tertarik untuk mengembangkan game mereka sendiri, banyak programmer akan menggunakan bahasa Java untuk membuat game yang sederhana. Ada banyak alat pengembangan game Java yang berbeda. Misalnya, seorang programmer dapat menggunakan Java 3D, Swing, AWT, LWJGL, Slick, dan JGame untuk pengembangan game.

Java 3D, Ayunan, AWT

Java 3D, Swing, dan AWT adalah library game yang tidak dirancang untuk pengembangan game. Namun, mereka memiliki sedikit keuntungan. Keuntungan ini adalah fakta bahwa Java 3D, Swing, dan AWT sudah terinstal di sistem Java secara otomatis. Ini berarti bahwa programmer baru tidak perlu berurusan dengan konfigurasi tertentu. Ini memudahkan programmer untuk menggunakan Java dan alat pengembangan game ini untuk membuat game yang mudah. Namun, Java 3D, Swing, dan AWT memang memiliki kekurangannya masing-masing. Misalnya, alat pemrograman ini dirancang khusus untuk membuat Antarmuka Pengguna Grafis. Java 3D, Swing, dan AWT bukanlah alat terbaik untuk membuat Java Game berbasis Java. Ini terutama karena pengembang perlu fokus pada sinkronisasi audio dan video.

Pustaka Game Java Ringan

Perpustakaan Game Java Ringan, atau LWJGL, adalah mesin game Java yang sangat kuat. Perpustakaan Game Java Ringan memberi pengembang game Java kesempatan untuk mengakses perpustakaan audio Open AL dan perpustakaan grafis Open GL. LWJGL juga menyediakan fungsi khusus yang memungkinkan pengembang memiliki kemampuan untuk mengakses dan membuat game pad dan joystick. Mesin biasanya digunakan di kedua game yang dibuat untuk hobi dan komersial. Selama seseorang memahami bahasa pemrograman Java, LWJGL dapat berguna.

Licin

Alat pengembangan game Slick Java adalah alat yang mudah digunakan yang dapat dipahami oleh banyak pemrogram berbeda. Antarmuka permainan Slick dibangun di atas antarmuka LWJGL. Karena pustaka audio AL terbuka dan pustaka grafis GL terbuka bisa menjadi sedikit rumit, Slick menggantikan AL terbuka dan GL terbuka dengan pemanggilan metode sederhana. Selain itu, fitur alat pengembangan game berbasis Java Slick dibangun di kerangka game. Kerangka game bawaan dirancang untuk berguna bagi desainer game yang perlu menangani layar opsi dan menu utama untuk video game berbasis Java. Namun, aspek negatif dari alat pengembangan game Slick Java adalah kenyataan bahwa Slick hanya mendukung grafik 2D. Ini bisa membuat frustasi ketika seorang desainer game ingin membuat game yang menampilkan grafis 3D berkualitas tinggi.

JGame

Alih-alih menggunakan LWJGL, JGame menggunakan perpustakaan AWT, Swing, dan Java Open GL. Bahkan, aplikasi JGame dibangun di atas perpustakaan ini. Alat JGame Java digunakan untuk membuat banyak game yang berbeda. Bahkan, JGame dapat digunakan untuk membuat video browser Web, video desktop, dan bahkan game ponsel. Namun, ponsel atau komputer perlu menginstal Java. JGame juga mendukung metode sederhana seperti DrawImage dan PlayAudio.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *